Friday, 3 June 2016

Apa Memang Ada Orang Ditakdirkan Sial Melulu?

Sering disakiti?


Ada lho orang yang sering banget disakitin. Kalo punya pacar diselingkuhin.
Kalo sudah nikah diceraiin. Kalo berbisnis sering kena tipu, kalo punya teman akrab, pasti ujung-ujungnya ninggalin dia, orang tua gak peduli sama dia, sering dibully sama sodaranya. Pokoknya dia selalu berada di posisi orang yang terluka, tersakiti, tersingkirkan. Kok ada manusia semalang ini ya?

Apa bener ada orang yang terlahir sial? Masa sih dari kecil ampe gede selalu disakitin, selalu menderita? Kok ada orang yang gak pernah ngerasain kebahagiaan, meski cuma sekejap ya? Kok orang lain pada kompak bikin dia menderita, terluka dan merana? 

Sejatinya orang bakal ngalamin suka dan duka dalam hidupnya. Gak ada tuh manusia yang happy terus gak pernah susah, harusnya juga gak ada orang yang merana terus seolah kebahagiaan alergi deket-deket dia. Tapi kenyataanya ada yang selalu terpuruk, merana dan menderita. Kalo dibikin judul sinetron sih "penderitaan tiada akhir" yang pas buat ngegambarin hidupnya. Mengapa kesannya manusia ini luput dari perhatian Tuhan? Kok gak pernah bahagia, malah menderita melulu? Salahnya tuh di mana? Gak mungkin dong salahnya di Tuhan, wong Dia itu Maha Adil. Jadi salahnya pasti di manusianya.


Apa kata quotes?


DON'T ASK WHY SOMEONE KEEPS HURTING YOU
Jangan tanya kenapa orang lain kerap nyakitin kamu

ASK WHY YOU KEEP LETTING THEM
Tanyakan kenapa kamu ngebiarin mereka terus nyakitin kamu



Kenapa orang kerap nyakitin kamu? Apa karena kamu sial?


Satu yang perlu ditekankan di sini bahwa gak ada orang yang terlahir sial. Bahkan mereka yang lahir dengan tubuh yang gak sempurna (cacat) pun gak bisa dianggap kesialan. Karena Tuhan menciptakan manusia dalam kondisi sempurna dan diberkahi. Semua bayi mungil yang terlahir di dunia adalah anugerah. Dan juga karena ukuran sial dan untung ditentukan oleh manusia. Seseorang dikatakan sial karena orang lain menganggapnya begitu dan itulah yang diyakininya.

Jalan hidup seseorang bukan ditentukan oleh garis tangannya yang sial atau untung tapi dari usahanya menjalani hidup. Jika dia berusaha bersungguh-sungguh, belajar, beradaptasi dan dipenuhi kreativitas disertai pikiran positif, bukan tidak mungkin kesuksesan, keberhasilan dan kebahagiaan akan diraihnya. Tapi mereka yang ingin bahagia dan sukses tapi enggan berusaha, serta memenuhi  pikirannya dengan pikiran negatif, ketidakpercayaan diri, ketakutan gagal pasti akan susah meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang diidam-idamkannya.

Jadi kesialan itu bukan dibawa lahir dan bukan garis tangan, tapi diciptakan.
Kitalah yang menciptakan kesialan itu.
Kenapa orang lain terus menyakiti kita? 
Karena kita MEMBIARKANNYA.

Kenapa kita susah bahagia? 
Karena kita MEMBIARKAN perasaan menderita mengkungkung kita.

Kenapa kita susah untuk sukses? 
Karena kita MEMBIARKAN diri tenggelam dalam rasa tak percaya diri untuk meraih kesuksesan, MEMBIARKAN waktu berlalu tanpa melakukan hal-hal yang mendekatkan kita ke gerbang kesuksesan.

Kenapa kita sering tertipu? 
Karena kita MEMBIARKAN orang lain membodohi kita dengan begitu saja mempercayai kata-katanya.

Kenapa kita diselingkuhi?
Karena kita MEMBIARKAN pasangan kita mencari orang lain yang bisa mengisi kekosongan hatinya akibat kurangnya perhatian dari kita.

Kenapa kita diceraikan?
Karena kita MEMBIARKAN pasangan semakin jauh dari kita, MEMBIARKAN perbedaan memecah belah kita dan bukannya menyatukan kita kembali.

Kenapa kita dibully?
Karena kita MEMBIARKAN orang lain tidak menghormati kita.

Intinya adalah PEMBIARAN. Kita MEMBIARKAN orang lain melakukan apa yang disenanginya pada diri kita. Tanpa pernah ada keinginan untuk melawan dan bangkit menolak PEMBIARAN itu. Kitalah yang menciptakan kesialan itu sendiri. 

Jika tak ingin sial, bertekadlah untuk TIDAK MEMBIARKAN kesialan mendekati kita, dengan cara melakukan yang terbaik dalam hidup. PEMBIARAN adalah kebodohan, kepasrahan dan ketidakberdayaan dalam melakukan perubahan. Padahal perubahan sangat mudah dilakukan sepanjang ada kemauan dan kesiapan untuk melakukan langkah yang beda. Memang mungkin awalnya berat tapi sama halnya dengan kesialan, kitalah yang menciptakan keberuntungan kita sendiri dengan langkah-langkah yang tepat.

Siap untuk berubah?

No comments:

Post a Comment